Showing posts with label IPS. Show all posts
NEGARA MAJU DAN
BERKEMBANG
Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah negara maju dan negara berkembang. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan
Negara negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya.
Negara maju : adalah negara yang rakyatnya memiliki
kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. ( kebanyakan negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika Utara Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat,
dan lain-lain. Sedangkan di kawasan Asia
terdapat beberapa Negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan
Selandia Baru. )
Negara berkembang
: adalah negara yang rakyatnya
memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam
perkembangan. ( kebanyakan negara
berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. )
Beberapa hal yang dijadikan indikator/ ukuran penilaian
untuk menggolongkan suatu negara sebagai negara maju atau berkembang adalah :
a. Tingkat pertumbuhan penduduk.
b. Kualitas penduduk (tingkat pendidikan, tingkat pendapatan
dan tingkat kesehatan).
c. Kemajuan teknologi dan penggunaannya.
d. Kemajuan industri dan penggunaannya.
e. Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
Ciri-ciri Negara maju
:
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk
industrialisasi, dijual, diekspor.
Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana
modern.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang
industrialisasi cepat.
Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
Tidak tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
Angka harapan hidup tinggi.
Intensitas mobilitas tinggi.
Ciri-ciri Negara
berkembang :
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk
memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan
prasarana tradisional.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan
pengalaman dan lamban.
Pendapatan relatif rendah.
Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
Sifat penduduk kurang mandiri.
Sangat tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
Angka harapan hidup rendah.
Intensitas mobilitas rendah.
Wilayah persebaran
negara-negara maju
Di Benua Eropa : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol,
Swedia, Norwegia, Finlandia,Denmark, Belgia, Swiss.
Di Benua Asia (Asia Timur) : Jepang,
Korea Selatan, Asia Tenggara : Singapura
Di Benua Amerika; Amerika Serikat dan Kanada
Dibelahan Bumi Selatan: Australia dan Selandia Baru
Wilayah Persebaran
negara – negara Berkembang
Di Benua Asia
Asia Tengah: Kazakhtan,Uzbekistan,Turkmenistan,
Tajikistan,
Kirgistan, Afganistan
Asia Selatan : Bangladesh,
India, Pakistan, Nepal,
Bhutan, Sri Lanka
Asia Barat: Irak, Iran, Tuki, Arab Saudi, Yaman,
Oman, Lebanon, dan Suriah
Asia Tenggara: Indonesia,
Malaysia, Laos,Fhilipina, Thailand, Myanmar,
Kamboja, VietnamBrunei Darussalam, Timor Leste
Di Benua Amerika:
Amerika Tengah: Meksiko, Guatemala, Honduras,
El Salvador, Panama, Belize, Kosta
Rika.
Kepulauan Karibia: Kuba, Haiti, Republik Dominica,
Jamaica
Amerika Selatan: Bolivia,
Ekuador, Brasil, Kolombia, Venezuela, Argentina,
Cile, Uruguay
Paraguai, Peru
Di Benua Afrika :
Afrika Utara: Sudan,Aljazair,
Libia, Chad,
Niger, Mesir, Maroko, Sahara
Barat, Tunisia.
Afrika Timur: Ethiopia,
Tanzania, Somalia,Madagaskar,
Kenya,Zimbabwe, Uganda,
Malawi,Burundi, Rwanda,
Jibuti, Reunion, Komoro, MauriTius, Seychelles.
Afrika Barat: Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Burnika
Faso, Guinea, Ghana, Senegal, Benin, Sierra Leone, Togo, Guinea Bissau, Gambia,
Tanjung Verde
Afrika Tengah: Rep. Dem. Kongo, Angola,
Zambia,
Republik Afrika Tengah, Kamerun,
Kongo, Gabon,Sao Tome and Principe.
Afrika Selatan: Afrika Selatan,
Namibia, Mozambik, Bostwana, Lesotho,
Swaziland
Jenis-jenis manusia purba di Indonesia
Penelitian khusus tentang
fosil manusia purba (Palaeoanthropologi) di Indonesia, dibagi dalam tiga tahapan, yaitu tahun
1889-1909, tahun 1931-1941, dan tahun 1952-sekarang.
a) Penelitian tahap I
pada tahun 1889-1909 dilakukan oleh Dr. Eugene Dubois
Dubois menemukan fosil
sepotong tulang kobi yang bisa menandakan bahwa pemiliknya berjalan tegak, di
Trinil dekat Ngawi. Fosil tersebut adalah Pithecanthropus Erectus. Pada masa
ini, ditemukan pula fosil manusia Wajak di daerah Kediri Jawa Timur, dan
penemuan manusia purba di Kedungtrubus. Seluruh temuan Dubois tentang manusia
purba di Indonesia adalah fosil-fosil tengkorak, ruas leher, rahang, gigi, tulang
paha, dan tulang kering.
b) Penelitian tahap
II antara 1931-1941 dilakukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koeningswald.
Mereka menemukan
tengkorak dan tulang kering Pithecanthropus Soloensis di Ngandong Kabupaten Blora. Juga tahun
1936 Tjokrohandojo menemukan fosil tengkorak anak-anak di utara Mojokerto. Antara tahun
1936-1941, Von Koeningswald menemukan fosil-fosil rahang, gigi, dan tengkorak di
Sangiran Surakarta.
c) Penelitian tahap
III Tahun 1952 sampai sekarang
Pada penelitian tahap
ketiga sebagian besar penemuan terjadi di Sangiran, yang ditemukan adalah bagian-bagian
tubuh Pithecanthropus yang belum pernah ditemukan sebelumnya, seperti tulang
muka dan dasar tengkorak. Sehingga
penemuan ini sungguh-sungguh melengkapi penemuan pada tahap pertama dan kedua.
Jenis-jenis manusia
purba di Indonesia
Ada beberapa jenis
manusia purba di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
Meganthropus
Palaeojavanicus
adalah manusia paling
primitif yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Von Koeningswald tahun 1936
dan 1941 di formasi Pucangan, Sangiran. Fosil yang ditemukan tersebut berupa
rahang manusia purba yang berukuran besar. Dari hasil penelitian disimpulkan
bahwa jenis manusia tersebut bertubuh sangat besar. Fragmen rahang bawah lain
ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 di lapisan terbawah formasi Kabuh.
Pithecanthropus Erectus
adalah fosil manusia
yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu di Mojokerto, Kedungtrubus,
Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Bentuk tubuh Pithecanthropus tidak
setegap Meganthropus. Tingginya kira-kira 165-180 cm. Fosil Pithecanthropus Erectus saat saling
dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera. Maka Pithecanthropus Erectus berarti
manusia kera yang berjalan tegak.
Homo Sapiens
Homo Sapiens terdiri
dari Homo Sapiens Wajak I ditemukan dekat Campurdarat Tulungagung Jawa Timur
oleh Van Rietschoten tahun 1889, terdiri atas tengkorak, termasuk fragmen
rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. dan Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois
tahun 1890 di tempat yang sama, terdiri atas fragmenfragmen tulang tengkorak,
rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering.
Nama:asep
adhari
Kelas
:x ips1
BAB
II
PEMBAHASAN
MATERI
A. Pengertian
Data Kuantitatif Dan Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang
berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh
melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis
dokumen, diskusi terfokus, atau observasi. Bentuk lain data kualitatif adalah
gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video. Data kualitatif
berfungsi untuk mengetahui kualitas dari sebuah objek yang akan diteliti.
Data ini bersifat abstrak sehingga peneliti harus benar-benar memahami kualitas
dari objek yang akan diteliti.
Data kuantitatif adalah data yang
berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat
diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau
statistika. Data kuantitatif berfungsi untuk mengetahui jumlah atau besaran
dari sebuah objek yang akan diteliti. Data ini bersifat nyata atau dapat
diterima oleh panca indera sehingga peneliti harus benar-benar jeli dan teliti
untuk mendapatkan keakuratan data dari objek yang akan diteliti.
B. Syarat Data Yang Baik
- Data harus obyektif, artinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dengan data yang obyektif diharapkan mampu menghasilkan perhitungan yang akurat, data tidak boleh dimanipulasi.
- Representatif (harus bisa mewakili). Data yang diambil harus benar-benar mewakili semua kondisi.
- Mempunyai tingkat kesalahan yang kecil. Data yang baik diharapkan mengandung banyak kebenaran dan seminimal mungkin mengandung kesalahan
- Harus tepat waktu. Syarat ini sangat penting untuk data yang akan dipergunakan untuk melakukan pengendalian atau evaluasi. Sebab agar dapat dilakukan penyesuaian atau koreksi secepatnya jika terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam suatu perencanaan.
- Relevan. Artinya data yang dikumpulkan harus ada hubungannya dengan masalah akan dipecahkan.
C. Macam-Macam
Data Penelitian Dan Sumbernya
- Jenis Data Penelitian Berdasarkan Sumbernya
Jenis data penelitian berdasarkan
sumbernya ada dua yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Data primer merupakan
data yang diperoleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya. Data primer
biasanya disebut dengan data asli yang bersifat up to date atau masih baru.
Untuk memperoleh data primer, peneliti wajib mengumpulkannya secara langsung.
Cara yang bisa digunakan peneliti untuk mencari data primer yaitu observasi,
diskusi terfokus, wawancara serta penyebaran kuesioner. Data sekunder merupakan
data yang diperoleh peneliti dari semua sumber yang sudah ada sebelumnya. Data
sekunder bisa didapat dari berbagai sumber misalnya buku materi, laporan dan
sebagainya.
- Jenis Data Penelitian Berdasarkan Sifatnya
Jenis data penelitian berdasarkan
sifatnya ada dua macam yaitu data kualitatif ( data yang berbentuk kata – kata
atau kalimat ) dan data kuantitatif ( data yang berbentuk angka ).
- Wujud Data Penelitian
a)
Data yang berupa perilaku manusia dan ciri-cirinya, yang mencakup perilaku
verbal, yaitu perilaku yang disampaikan secara lisan dan kemudian dicatat.
Misalnya, pencatatan hasil wawancara terhadap seorang responden. Perilaku nyata
dan ciri-cirinya yang dapat diamati. Misalnya, interaksi antara dua orang,
ciri-ciri fisik seorang, pencatatan frekuensi perbuatan-perbuatan tertentu, dan
sebagainya
b) Data yang berupa
dokumen, yang mencakup; (1) Peninggalan-peninggalan fisik yang berasal dari
masa silam. (2) Arsip, yang meliputi data sensus, statistik vital, data
ekologis dan demo grafis, semua jenis data statistik, dokumen pribadi seperti
otobiogravi, catatan harian dan sejarah kehidupan seorang atau suatu kelompok,
bahan media massa, data penjumlahan, dan dokumen resmi perundang-undangan.
- Struktur Data Penelitian
Struktur data penelitian mencakup
semua data yang dibutuhkan untuk proses analisa kemudian dipindahkan kedalam
komputer. Penyimpanan data ke dalam komputer mempertimbangkan:
a) Apakah data
disimpan dengan cara yang sesuai dan konisten dengan penggunaan sebenarnya?
b) Apakah ada data yang
hilang / rusak dan belum dihitung?
c) Bagaimana
caranya mengatasi data yang hilang atau rusak?
d) Sudahkan pemindahan
data dilakukan secara lengkap?
D. Prinsip
Populasi Dan Sampel
Tujuan utama dalam sebuah penelitian
adalah untuk mengetahui karakteristik suatu objek yang kita teliti. Misalnya
kita ingin mengetahui bagaimana sikap masyarakat terhadap lingkungan. Untuk
mengetahuinya kita dapat melakukan sebuah penelitian ada dua cara yang dapat
dilakukan. Cara pertama adalah mewawancarai dan mengamati seluruh perilaku
masyarakat kota tersebut terhadap lingkungan. Cara kedua, kita melakukan
wawancara dan observasi hanya pada sebagian warga kota. Jika kita mengambil
cara yang pertama, maka berarti kita menggunakan data populasi untuk menarik
kesimpulan, sedangkan jika menggunakan cara yang kedua, berarti kita
menggunakan data sempel. Dengan kata lain sampel merupakan bagian dari sebuah
populasi.
E.
Macam-Macam Sampel Dan Besarnya Sampel
Sampel terbagi menjadi dua yaitu
probability sampling dan non probability sampling.
- Probability Sampling terdiri dari 4 (empat) macam yang akan dijelaskan sebagai berikut:
a) Simple
Random Sampling. Dikatakan simple (sederhana) karena
pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa
memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2011:64).
b) Proportionate
Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai
anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono,
2011:64). Contoh: Suatu perusahaan memiliki pegawai dengan pendidikan berstrata
lulus (S1 = 50 orang; S2 = 30 orang; SMK = 800 orang; SMA = 400 orang; dan SD =
300 orang). Maka contoh pengambilan sampel dengan teknik ini adalah dengan asumsi
10% dari populasi masing-masing strata yang diambil. Jadi dari S1 diambil 5
orang (acak), S2 diambil 3 orang (acak), SMK diambil 80 orang (acak), SMA
diambil 40 orang (acak), dan SD diambil 30 orang (acak). Maka total sampel yang
diambil adalah 5+3+80+40+30 = 158 orang.
c) Disproportionate
Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah
sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional (Sugiyono, 2011:64).
Contoh: Suatu perusahaan memiliki pegawai dengan pendidikan berstrata lulus (S1
= 50 orang; S2 = 30 orang; SMK = 800 orang; SMA = 400 orang; dan SD = 300
orang). Maka pengambilan sampel dengan teknik ini dilakukan secara bebas
(seenaknya) yaitu S1 diambil 50 orang atau semua populasi S1 dan S2 diambil 30
orang atau semua populasi S2. Sementara kelompok strata yang lain diabaikan
karena jumlah populasinya terlalu besar. Sehingga total sampel yang digunakan
adalah 50 + 30 = 80 orang.
d) Cluster Sampling
(Area Sampling). Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel
bila obyek yang akan sangat luas (Sugiyono, 2011:65). Contoh: Di kota
Banyuwangi terdapat 30 SMP sebagai populasi. Karena itu pengambilan sampelnya
ditentukan sebesar 15 SMP saja dengan pemilihan secara random (acak). Teknik
sampel ini terdiri dari 2 tahap, yaitu (1) tahap penentuan sampel daerah, dan
(2) tahap penentuan orang-orang yang ada di daerah itu.
- Nonprobability Sampling terdiri dari 6 (enam) macam yang akan dijabarkan sebagai berikut ini:
a) Sampling
Sistematis. Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel
berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut
(Sugiyono, 2011:66). Misalnya jumlah populasi 100 orang dan masing-masing
diberi nomor urut 1 s/d 100. Sampelnya dapat ditentukan dengan cara memilih
orang dengan nomor urut ganjil (1,3,5,7,9,…, dst) atau memilih orang dengan nomor
urut genap (2,4,6,8,…,dst).
b) Sampling Kuota.
Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi
yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan
(Sugiyono, 2011:67). Misalnya ingin melakukan penelitian tentang pendapat
mahasiswa terhadap layanan kampus. Jumlah sampel yang ditentukan adalah 500
mahasiswa. Kalau pengumpulan data belum mencapai kuota 500 mahasiswa, maka
penelitian dipandang belum selesai.
c) Sampling
Insidental. Sampling Insidental adalah tekik penentuan sampel
berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental
bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang
yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2011:67).
d) Sampling Purposive.
Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011:68). Teknik ini paling cocok
digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak melakukan generalisasi.
Misalnya penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah
orang yang ahli makanan atau ahli gizi.
e) Sampling
Jenuh. Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2011:68). Hal ini sering
digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang, atau untuk
penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang
sedikit atau kecil.
Misalnya jika jumlah populasi 20 orang, maka 20 orang tersebutlah yang dijadikan sampel.
Misalnya jika jumlah populasi 20 orang, maka 20 orang tersebutlah yang dijadikan sampel.
f) Snowball
Sampling. Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang
mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar (Sugiyono, 2011:68). Misalnya
suatu penelitian menggunakan sampel sebanyak 10 orang, tetapi karena peneliti
merasa dengan 10 orang sampel ini datanya masih kurang lengkap, maka peneliti
mencari orang lain yang dirasa layak dan lebih tahu tentang penelitiannya dan
mampu melengkapi datanya.
10 konsep geografi
10 Konsep Geografi
- Lokasi
- Jarak
- keterjangkauan
- Pola
- Morfologi
- Aglomerasi
- Nilai Kegunaan
- Interaksi dan Interdependensi
- Diferensiasi area
- Keterkaitan ruangan
- konsep lokasi
contohnya pantai Parangtritis yang terletak di Bantul,Yogyakarta.
lokasi dibedakan menjadi dua:
1. lokasi absolut adalah letak suatu tempat atau objek berdasarkan tata koordinat atau letak astronomi
2. lokasi relatif adalah suatu tempat atau objek dilihat dari daerah sekitarnya (tergantung pada perubahan daerah sekitarnya)
- konsep jarak
jarak dibagi menjadi dua:
1. jarak absolut adalah jarak antara dua tempat yang dapat diukur dengan alat ukur standar. (m, km, mil, dsb)
2. jarak relatif adalah jarak antara dua tempat yang dilihat dari beberapa faktor, seperti: waktu tempuh, biaya, ketersediaan sarana dan prasarana (jalan, alat transportasi), kondisi medan, dan kondisi cuaca atau musim.
- konsep keterjangkauan (accesbility)
keterjangkauan: lokasi, jarak, biaya, kondisi medan atau topografi, ketersediaan prasarana, ketersediaan transportasi, dan kondisi cuaca atau musim.
- konsep pola
contoh:
pola pemukiman penduduk mengikuti pola tertentu seperti:
a. pola memanjang--> sepanjang jalan, sungai, rel kereta api, pantai
b. pola menggerombol--> didaerah yang hutannya lebat
c. pola tersebar--> daerah pegunungan
- konsep morfologi
contoh:
gunung, pegunungan, jurang, lembah, sungai, pantai
- konsep aglomerasi
contoh:
pemukiman penduduk cenderung di daerah yang subur
- konsep nilai kegunaan
contoh:
setiap objek memiliki kegunaan yang berbeda
- konsep interaksi dan interdependensi
contoh:
hubungan anntara desa dengan kota
- diferensiasi area
- konsep keterkaitan keruangan
contoh:
hubungan antara kemiringan lahan dengan tebal tanah (lahan yang miring, tanahnya lebih tipis daripada lahan yang datar)
~ ~ ~
okee, sekian materi tentang 10 konsep geografi:) semoga membantu. i wish Effort can succes UTS geografi. see you:3
TEORI –TEORI SOSIOLOGI
A.Pengertian Teori
Teori merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih,
yang telah diuji kebenarannya. Suatu variabel merupakan merupakan karakteristik
dari orang –orang, benda-benda, atau keadaan yang mempunyai nilai-nilai yang
berbeda.
Teori-teori sosiologi memiliki kegunaan antara lain
yaitu, sebagai berikut :
a.
Suatu teori atau beberapa teori
merupakan ikhtisar hal-hal yang telah diketahui serta diuji kebenarannya yang
menyangkut objek yang dipelajari sosiologi.
b.
Teori memberikan
petunjuk-petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada seseorang yang
memperdalam pengetahuannya di bidang sosiologi.
c.
Teori berguna untuk lebih
mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang dipelajari oleh sosiologi.
d.
Suatu teori akan sangat berguna
dalam mengembangkan sistem klasifikasi fakta, membina struktur konsep-konsep
serta memperkembangkan definisi-definisi yang penting untuk penelitian.
e.
Pengetahuan teoritis memberikan
kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan proyeksi sosial, yaitu usaha untuk
dapat mengetahui ke arah mana masyarakat
akan berkembang atas dasar fakta yang diketahui pada masa yang lampau dan pada
dewasa ini.
B. Sejarah Teori Sosiologi
1. Perhatian masyarakat
sebelum Comte
1.
Plato : Menelaah masyarakat secara sistematis dengan merumuskan teori
organis tentang masyarakat yang mencakup bidang kehidupan ekonomi dan sosial
2.
Aristoteles : Melakukan analisis terhadap lembaga-lembaga politik dalam masyarakat
3.
Ibn Khaldun : Mengemukakan beberapa
prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian sosial dan peristiwa dalam sejarah
- Zaman Renaissance : tercatat nama-nama Thomas More dan Campanella mengenai masyarakat ideal.
N. Machiavelly : mengemukakan mengenai bagaimana cara
mempertahankan kekuasaan
- Hobbes : menulis mengenai keadaan alamiah manusia yang didasari pada keinginan-keninginan mekanis sehingga manusia selalu saling berkelahi (kontrak sosial)
- John Locke dan JJ Rausseau : menulis mengenai kontrak sosial
- Saint Simon : menulis tentang manusia yang hendaknya dipelajari dalam kehidupan berkelompok
2. Sosiologi Auguste Comte
( 1798-1853)
Auguste Comte yang pertama –tama memakai istilah
“sosiologi” adalah orang yang pertama membedakan antara ruang lingkup dan isi
sosiologi dari ruang lingkup dan isi ilmu –ilmu pengetahuan lainnya.
Menurut Comte (The
positive Philosopy:1896) ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang
masing –masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya.
Tahap pertama dinamakan tahap teologis atau fiktif, yaitu suatu
tahap di mana manusia menafsirkan gejala –gejala di sekelilingnya secara
teologis, yaitu dengan kekuatan –kekuatan yang dikendalikan roh dewa –dewa atau
Tuhan Yang Maha Kuasa. Penyesuaian ini sangat penting bagi manusia karena
manusia harus beradaptasi dengan lingkungannya.
Tahap Kedua merupakan perkembangan dari tahap pertama adalah tahap
metafisik. Pada tahap ini manusia menganggap bahwa di dalam setiap gejala
terdapat kekuatan –kekuatan inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat
diungkapkan. Pada tahap ini manusia masih terikat oleh cita –cita tanpa
verifikasi karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita –cita terkait pada suatu
realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum –hukum alam yang
seragam. Hal yang terakhir inilah yang merupakan tugas ilmu pengetahuan
positif, yang merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari perkembangan
manusia.
Hal yang paling menonjol dari sistematika Comte adalah
penilaiannya terhadap sosiologi, yang merupakan ilmu pengetahuan paling
kompleks, dan merupakan suatu ilmu pengetahuan yang akan berkembang dengan
pesat sekali. Sosiologi merupakan studi positif tentang hukum-hukum dari gejala
sosial. Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan dinamis.
Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi
dasar dari adanya masyarakat sedangkan sosiologi dianmis merupakan teori
tentang perkembangan dalam arti pembangunan.
3. Teori –teori Sosiologi
Sesudah Comte
- Mazhab Geografi dan Lingkungan
Teori –teori yang digolongkan dalam mazhab ini adalah
ajaran dari Edward Buckle dari Inggris (1821-1862) dan Le Play dari Prancis
(1806-1888). Menurut Buckle, adanya pengaruh keadaan alam terhadap masyarakat.
Di dalam analisisnya, dia telah menemukan beberapa keteraturan hubungan antara
keadaan alam dengan tingkah laku manusia.
Le play seorang insinyur pertambangan, memulai analisis
keluarga sebagai unit sosial yang fundamental dari masyarakat. Organisasi
keluarga ditentukan oleh cara-cara mempertahankan kehidupannya yaitu cara
mereka bermata pencaharian. Hal tersebut sangat tergantung pada lingkungan
timbal – balik antara factor –faktor tempat, pekerjaan dan manusia
(masyarakat). Atas dasar faktor-faktor tersebut, maka dapat ditemukan
unsur-unsur yang menjadi dasar adanya kelompok-kelompok yang lebih besar, yang
memerlukan analisis terhadap semua lembaga-lembaga politik dan sosial suatu
masyarakat tertentu.
Pentingnya Mazhab ini adalah menghubungkan faktor
keadaan alam dengan faktor-faktor struktur organisasi sosial. Teori ini
mengungkapkan adanya korelasi antara tempat tinggal dengan adanya aneka ragam
karekteristik kehidupan sosial suatu masyarakat.
- Mazhab Organis dan Evolusioner
Herbert Spencer adalah orang yang pertama-tama menulis tentang masyrakat atas
dasar data empiris yang kongkret. Dalam hal ini dia telah memberikan suatu model
kongkret yang secara sadar maupun tidak sadar diikuti oleh para sosiologi
sesudah dia. Menurut Spencer, akan bertambah sempurna apabila bertambak
kompleks dan dengan adanya referensiasi antara bagian-bagiannya. Secara evolusioner, tahap organisme tersebut
akan semakin sempurna sifatnya.
Spencer sebetulnya bermaksud untuk
membuktikan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara
intern tidak stabil karena terlibat dalam pertentangan-pertentangan diantara
mereka sendiri. Selanjutnya dia berpendapat (dalam bukunya yang berjudul
Principles of Sociology ; 3 jilid) bahwa pada masyarakat industri yang telah
terdiferensiasi dengan mantap, akan ada suatu stabilitas yang menuju pada
keadaan hidup yang damai.
Seorang sosiologi Amerika yang sangat
terpengaruh oleh metode analisis Spancer adalah W.G. Summer (1840-1910). Salah
satu hasil karyanya adalah Folkways yang merupakan karya klasik dalam keputusan
sosiologi. Folkways dimaksud dengan kebiasaan-kebiasaan sosial yang timbul
secara tidak sadar dalam masyarakat, yang menjadi bagaian dari tradisi.
- Mazhab Formal
Menurut Simmel elemen-elemen
masyarakat mencapai kesatuan melalui bentuk-bentuk yang mengatur hubungan
antara elemen-elemen tersebut. selanjutnya Simmel berpendapat, sesorang menjadi
warga masyarakat untuk mengalami proses individualisasi dan sosialisasi. Tanpa
menjadi warga masyarakat tak akan mungkin seseorang mengalami proses interaksi
antara individu dengan kelompok.
Leopold Von Wiese (1876-1961)
berpendapat bahwa sosiologi harus memusatkan perhatian pada hubungan-hubungan
antara manusia tanpa mengaitkannya dengan tujuan-tujuan maupun kaidah-kaidah.
Sosiologi harus mulai dengan pengamatan terhadap perilaku kongkret tertentu.
Ajarannya bersifat empiris dan berusaha untuk mengadakan kuantifikasi terhadap proses-proses sosial
yang terjadi. Proses sosial merupakan
hasil perkalian dari sikap dan keadaan, yang masing-masing dapat diuraikan ke
dalam unsur-unsurnya secara sistematis.
Alfred Vierkandt (1867-1953)
menyatakan bahwa sosiologi menyoroti situasi-situasi mental. Situasi tersebut
tak dapat dianalisis secara tersendiri, tetapi merupakan hasil perilaku yang
timbul sebagai akibat interaksi antar individu dan kelompok dalam masyarakat.
- Mazhab Psikologi
Gabriel Tarde (1843-1904) dari Prancis,
dia mulai dengan suatu dugaan atau pandangan awal bahwa gejala sosial mempunyai
sifat psikologis yang terdiri dari interaksi antara jiwa-jiwa individu, dimana
jiwa tersebut terdiri dari kepercayaan-kepercayaan dan keinginan-keinginan.
Dengan demikian keinginan utama Tarde adalah berusaha untuk menjelaskan
gejala-gejala sosial didalam kerangka reaksi-reaksi psikis seseorang.
- Mazhab Ekonomi
Ajaran ini dikemukakan oleh Karl Marx (1818-1883) dan Max Weber
(1864-1920). Marx berpendapat telah
mempergunakan metode-metode sejarah dan filsafat untuk membangun suatu teori
tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masyarakat menuju suatu keadaan
di mana ada keadilan sosial. Menurut Marx, selama masyarakat masih terbagi atas
kelas-kelas, maka pada kelas yang berkuasalah akan terhimpun segala kekuatan dan
kekayaan.
Tingkah laku individu-individu dalam
masyarakat dapat diklasifikasikan empat tipe ideal aksi sosial, yakni :
1. Aksi yang bertujuan, yakni tingkah laku yang
ditunjukan untuk mendapatkan hasil-hasil yang efisien.
2. Aksi yang berisikan nilai yang telah ditentukan,
yang diartikan sebagai perbuatan untuk merealisasikan dan mencapai tujuan.
3. Aksi tradisional yang menyangkut tingkah laku yang
melaksanakan suat aturan yang bersanksi.
4. Aksi yang emosional, yaitu yang menyangkut
perasaan seseorang.
- Mazhab Hukum
-
Hukum menurut
Durkheim adalah kaidah-kaidah yang bersanksi yang berat ringannya tergantung
pada sifat pelanggaran, anggapan-anggapan, serta keyakinan masyarakat tentang
baik buruknya suautu tindakan. Di dalam masyarakat dapat ditemukan dua macam
sanksi kaidah-kaidah hukum, yaitu sanksi yang represif dan sanksi yang
restitutif.
-
Menurut
Weber, ada empat tipe ideal hukum, yaitu :
1. Hukum Irasional dan materiil, yaitu dimana
pembentuk undang-undang dan hakim mendasarkan keputusan-keputusannya
semata-mata pada nilai-nilai emosional tanpa menunjuk pada suatu kaidahpun.
2. Hukum irasional dan formal, yaitu dimana pembentuk
undang-undang dan hakim berpedoman pada kaidah-kaidah di luar akal karena
didasarkan pada wahyu atau ramalan.
3. Hukum rasional dan materiil, di mana
keputusan-keputusan para pembentuk undang-undang dan hakim menunjuk pada suatu
kitab suci, kebijaksanaan-kebijaksanaan penguasa, atau ideologi.
4. Hukum rasional dan formal, yaitu dimana hukum
dibentuk semata-mata atas dasar konsep-konsep abstrak dari ilmu hukum.
4. Metode-Metode
Dalam Sosiologi
Pada dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode yaitu :
- Metode Kualitatif, mengutamakan bahan yang sukar dapat diukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan-bahan tersebut terdapat dengan nyata di dalam masyarakat. Di dalam metode kualitatif termasuk metode historis dan metode komparatif.
- Metode Kuantitatif, mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang teliti dapat diukur dengan mempergunakan skala-skala, indeks, tabel, dan formula-formula yang semuanya mempergunakan ilmu pasti atau matematika.
