- See more at: http://de-adha.blogspot.com/2014/06/cara-membuat-emoticons-smiley-jquery.html#sthash.T8Qwnjyg.dpuf

Showing posts with label IPS. Show all posts

NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG
 
Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah negara maju dan negara berkembang. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan Negara negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya.
Negara maju : adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. ( kebanyakan negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika Utara Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan di kawasan Asia terdapat beberapa Negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan Selandia Baru. )
Negara berkembang : adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. ( kebanyakan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. )
Beberapa hal yang dijadikan indikator/ ukuran penilaian untuk menggolongkan suatu negara sebagai negara maju atau berkembang adalah :
a. Tingkat pertumbuhan penduduk.
b. Kualitas penduduk (tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan tingkat kesehatan).
c. Kemajuan teknologi dan penggunaannya.
d. Kemajuan industri dan penggunaannya.
e. Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
Ciri-ciri Negara maju :
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor.
Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi cepat.
Pendapatan rata-rata penduduk tinggi.
Pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
Tidak tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
Angka harapan hidup tinggi.
Intensitas mobilitas tinggi.
Ciri-ciri Negara berkembang :
Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
Pendapatan relatif rendah.
Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
Sifat penduduk kurang mandiri.
Sangat tergantung pada alam.
Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
Angka harapan hidup rendah.
Intensitas mobilitas rendah.
Wilayah persebaran negara-negara maju
Di Benua Eropa : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Swedia, Norwegia, Finlandia,Denmark, Belgia, Swiss.
Di Benua Asia (Asia Timur) : Jepang, Korea Selatan, Asia Tenggara : Singapura
Di Benua Amerika; Amerika Serikat dan Kanada
Dibelahan Bumi Selatan: Australia dan Selandia Baru
Wilayah Persebaran negara – negara Berkembang
Di Benua Asia
Asia Tengah: Kazakhtan,Uzbekistan,Turkmenistan, Tajikistan, Kirgistan, Afganistan
Asia Selatan : Bangladesh, India, Pakistan, Nepal, Bhutan, Sri Lanka
Asia Barat: Irak, Iran, Tuki, Arab Saudi, Yaman, Oman, Lebanon, dan Suriah
Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Laos,Fhilipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, VietnamBrunei Darussalam, Timor Leste
Di Benua Amerika:
Amerika Tengah: Meksiko, Guatemala, Honduras, El Salvador, Panama, Belize, Kosta
Rika.
Kepulauan Karibia: Kuba, Haiti, Republik Dominica, Jamaica
Amerika Selatan: Bolivia, Ekuador, Brasil, Kolombia, Venezuela, Argentina, Cile, Uruguay Paraguai, Peru
Di Benua Afrika :
Afrika Utara: Sudan,Aljazair, Libia, Chad, Niger, Mesir, Maroko, Sahara Barat, Tunisia.
Afrika Timur: Ethiopia, Tanzania, Somalia,Madagaskar, Kenya,Zimbabwe, Uganda, Malawi,Burundi, Rwanda, Jibuti, Reunion, Komoro, MauriTius, Seychelles.
Afrika Barat: Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Burnika Faso, Guinea, Ghana, Senegal, Benin, Sierra Leone, Togo, Guinea Bissau, Gambia, Tanjung Verde
Afrika Tengah: Rep. Dem. Kongo, Angola, Zambia, Republik Afrika Tengah, Kamerun,
Kongo, Gabon,Sao Tome and Principe.
Afrika Selatan: Afrika Selatan, Namibia, Mozambik, Bostwana, Lesotho, Swaziland

negara maju dan negara berkembang

Posted by de azha
Tuesday, 23 September 2014

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia


Penelitian khusus tentang fosil manusia purba (Palaeoanthropologi) di Indonesia, dibagi dalam tiga tahapan, yaitu tahun 1889-1909, tahun 1931-1941, dan tahun 1952-sekarang.
a) Penelitian tahap I pada tahun 1889-1909 dilakukan oleh Dr. Eugene Dubois
Dubois menemukan fosil sepotong tulang kobi yang bisa menandakan bahwa pemiliknya berjalan tegak, di Trinil dekat Ngawi. Fosil tersebut adalah Pithecanthropus Erectus. Pada masa ini, ditemukan pula fosil manusia Wajak di daerah Kediri Jawa Timur, dan penemuan manusia purba di Kedungtrubus. Seluruh temuan Dubois tentang manusia purba di Indonesia adalah fosil-fosil tengkorak, ruas leher, rahang, gigi, tulang paha, dan tulang kering.
b) Penelitian tahap II antara 1931-1941 dilakukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koeningswald.
Mereka menemukan tengkorak dan tulang kering Pithecanthropus Soloensis di Ngandong Kabupaten Blora. Juga tahun 1936 Tjokrohandojo menemukan fosil tengkorak anak-anak di utara Mojokerto. Antara tahun 1936-1941, Von Koeningswald menemukan fosil-fosil rahang, gigi, dan tengkorak di Sangiran Surakarta.
c) Penelitian tahap III Tahun 1952 sampai sekarang
Pada penelitian tahap ketiga sebagian besar penemuan terjadi di Sangiran, yang ditemukan adalah bagian-bagian tubuh Pithecanthropus yang belum pernah ditemukan sebelumnya, seperti tulang muka dan dasar tengkorak. Sehingga penemuan ini sungguh-sungguh melengkapi penemuan pada tahap pertama dan kedua.
Jenis-jenis manusia purba di Indonesia
Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia, yaitu sebagai berikut.
Meganthropus Palaeojavanicus
adalah manusia paling primitif yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Von Koeningswald tahun 1936 dan 1941 di formasi Pucangan, Sangiran. Fosil yang ditemukan tersebut berupa rahang manusia purba yang berukuran besar. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis manusia tersebut bertubuh sangat besar. Fragmen rahang bawah lain ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 di lapisan terbawah formasi Kabuh.
Pithecanthropus Erectus
adalah fosil manusia yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Bentuk tubuh Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Tingginya kira-kira 165-180 cm. Fosil Pithecanthropus Erectus saat saling dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera. Maka Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak.
Homo Sapiens
Homo Sapiens terdiri dari Homo Sapiens Wajak I ditemukan dekat Campurdarat Tulungagung Jawa Timur oleh Van Rietschoten tahun 1889, terdiri atas tengkorak, termasuk fragmen rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. dan  Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois tahun 1890 di tempat yang sama, terdiri atas fragmenfragmen tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering.



Nama:asep adhari
Kelas :x ips1
BAB II
PEMBAHASAN MATERI
A.      Pengertian Data Kuantitatif Dan Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi. Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video. Data kualitatif berfungsi untuk mengetahui  kualitas dari sebuah objek yang akan diteliti. Data ini bersifat abstrak sehingga peneliti harus benar-benar memahami kualitas dari objek  yang akan diteliti.
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika. Data kuantitatif berfungsi untuk mengetahui jumlah atau besaran dari sebuah objek yang akan diteliti. Data ini bersifat nyata atau dapat diterima oleh panca indera sehingga peneliti harus benar-benar jeli dan teliti untuk mendapatkan keakuratan data dari objek yang akan diteliti.
B.     Syarat Data Yang Baik
  1. Data harus obyektif, artinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dengan data yang obyektif diharapkan mampu menghasilkan perhitungan yang akurat, data tidak boleh dimanipulasi.
  2. Representatif (harus bisa mewakili). Data yang diambil harus benar-benar mewakili semua kondisi.
  3. Mempunyai tingkat kesalahan yang kecil. Data yang baik diharapkan mengandung banyak kebenaran dan seminimal mungkin mengandung kesalahan
  4. Harus tepat waktu. Syarat ini sangat penting untuk data yang akan dipergunakan untuk melakukan pengendalian atau evaluasi. Sebab agar dapat dilakukan penyesuaian atau koreksi secepatnya jika terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam suatu perencanaan.
  5. Relevan. Artinya data yang dikumpulkan harus ada hubungannya dengan masalah akan dipecahkan.
C.    Macam-Macam Data Penelitian Dan Sumbernya
  1. Jenis Data Penelitian Berdasarkan Sumbernya
Jenis data penelitian berdasarkan sumbernya ada dua yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya. Data primer biasanya disebut dengan data asli yang bersifat up to date atau masih baru. Untuk memperoleh data primer, peneliti wajib mengumpulkannya secara langsung. Cara yang bisa digunakan peneliti untuk mencari data primer yaitu observasi, diskusi terfokus, wawancara serta penyebaran kuesioner. Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti dari semua sumber yang sudah ada sebelumnya. Data sekunder bisa didapat dari berbagai sumber misalnya buku materi, laporan dan sebagainya.
  1. Jenis Data Penelitian Berdasarkan Sifatnya
Jenis data penelitian berdasarkan sifatnya ada dua macam yaitu data kualitatif ( data yang berbentuk kata – kata atau kalimat ) dan data kuantitatif ( data yang berbentuk angka ).
  1. Wujud Data Penelitian
a)      Data yang berupa perilaku manusia dan ciri-cirinya, yang mencakup perilaku verbal, yaitu perilaku yang disampaikan secara lisan dan kemudian dicatat. Misalnya, pencatatan hasil wawancara terhadap seorang responden. Perilaku nyata dan ciri-cirinya yang dapat diamati. Misalnya, interaksi antara dua orang, ciri-ciri fisik seorang, pencatatan frekuensi perbuatan-perbuatan tertentu, dan sebagainya
b)   Data yang berupa dokumen, yang mencakup; (1) Peninggalan-peninggalan fisik yang berasal dari masa silam. (2) Arsip, yang meliputi data sensus, statistik vital, data ekologis dan demo grafis, semua jenis data statistik, dokumen pribadi seperti otobiogravi, catatan harian dan sejarah kehidupan seorang atau suatu kelompok, bahan media massa, data penjumlahan, dan dokumen resmi perundang-undangan.
  1. Struktur Data Penelitian
Struktur data penelitian mencakup semua data yang dibutuhkan untuk proses analisa kemudian dipindahkan kedalam komputer. Penyimpanan data ke dalam komputer mempertimbangkan:
a)    Apakah data disimpan dengan cara yang sesuai dan konisten dengan penggunaan sebenarnya?
b)   Apakah ada data yang hilang / rusak dan belum dihitung?
c)    Bagaimana caranya mengatasi data yang hilang atau rusak?
d)   Sudahkan pemindahan data dilakukan secara lengkap?
D.    Prinsip Populasi Dan Sampel
Tujuan utama dalam sebuah penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik suatu objek yang kita teliti. Misalnya kita ingin mengetahui bagaimana sikap masyarakat terhadap lingkungan. Untuk mengetahuinya kita dapat melakukan sebuah penelitian ada dua cara yang dapat dilakukan. Cara pertama adalah mewawancarai dan mengamati seluruh perilaku masyarakat kota tersebut terhadap lingkungan. Cara kedua, kita melakukan wawancara dan observasi hanya pada sebagian warga kota. Jika kita mengambil cara yang pertama, maka berarti kita menggunakan data populasi untuk menarik kesimpulan, sedangkan jika menggunakan cara yang kedua, berarti kita menggunakan data sempel. Dengan kata lain sampel merupakan bagian dari sebuah populasi.

E.     Macam-Macam Sampel Dan Besarnya Sampel
Sampel terbagi menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.
  1. Probability Sampling terdiri dari 4 (empat) macam yang akan dijelaskan sebagai berikut:
a)    Simple Random Sampling. Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2011:64).
b)   Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono, 2011:64). Contoh: Suatu perusahaan memiliki pegawai dengan pendidikan berstrata lulus (S1 = 50 orang; S2 = 30 orang; SMK = 800 orang; SMA = 400 orang; dan SD = 300 orang). Maka contoh pengambilan sampel dengan teknik ini adalah dengan asumsi 10% dari populasi masing-masing strata yang diambil. Jadi dari S1 diambil 5 orang (acak), S2 diambil 3 orang (acak), SMK diambil 80 orang (acak), SMA diambil 40 orang (acak), dan SD diambil 30 orang (acak). Maka total sampel yang diambil adalah 5+3+80+40+30 = 158 orang.
c)    Disproportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional (Sugiyono, 2011:64). Contoh: Suatu perusahaan memiliki pegawai dengan pendidikan berstrata lulus (S1 = 50 orang; S2 = 30 orang; SMK = 800 orang; SMA = 400 orang; dan SD = 300 orang). Maka pengambilan sampel dengan teknik ini dilakukan secara bebas (seenaknya) yaitu S1 diambil 50 orang atau semua populasi S1 dan S2 diambil 30 orang atau semua populasi S2. Sementara kelompok strata yang lain diabaikan karena jumlah populasinya terlalu besar. Sehingga total sampel yang digunakan adalah 50 + 30 = 80 orang.
d)   Cluster Sampling (Area Sampling). Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan sangat luas (Sugiyono, 2011:65). Contoh: Di kota Banyuwangi terdapat 30 SMP sebagai populasi. Karena itu pengambilan sampelnya ditentukan sebesar 15 SMP saja dengan pemilihan secara random (acak). Teknik sampel ini terdiri dari 2 tahap, yaitu (1) tahap penentuan sampel daerah, dan (2) tahap penentuan orang-orang yang ada di daerah itu.
  1. Nonprobability Sampling terdiri dari 6 (enam) macam yang akan dijabarkan sebagai berikut ini:
a)    Sampling Sistematis. Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut (Sugiyono, 2011:66). Misalnya jumlah populasi 100 orang dan masing-masing diberi nomor urut 1 s/d 100. Sampelnya dapat ditentukan dengan cara memilih orang dengan nomor urut ganjil (1,3,5,7,9,…, dst) atau memilih orang dengan nomor urut genap (2,4,6,8,…,dst).
b)   Sampling Kuota. Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan (Sugiyono, 2011:67). Misalnya ingin melakukan penelitian tentang pendapat mahasiswa terhadap layanan kampus. Jumlah sampel yang ditentukan adalah 500 mahasiswa. Kalau pengumpulan data belum mencapai kuota 500 mahasiswa, maka penelitian dipandang belum selesai.
c)    Sampling Insidental. Sampling Insidental adalah tekik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2011:67).
d)   Sampling Purposive. Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011:68). Teknik ini paling cocok digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak melakukan generalisasi. Misalnya penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan atau ahli gizi.
e)    Sampling Jenuh. Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2011:68). Hal ini sering digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang, atau untuk penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau kecil.
Misalnya jika jumlah populasi 20 orang, maka 20 orang tersebutlah yang dijadikan sampel.
f)    Snowball Sampling. Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar (Sugiyono, 2011:68). Misalnya suatu penelitian menggunakan sampel sebanyak 10 orang, tetapi karena peneliti merasa dengan 10 orang sampel ini datanya masih kurang lengkap, maka peneliti mencari orang lain yang dirasa layak dan lebih tahu tentang penelitiannya dan mampu melengkapi datanya.

pengertian data kulitatif dan kuantitatif

Posted by de azha
Wednesday, 17 September 2014

10 konsep geografi

 holaa teman-temaan~ aku mau nulisin materi tentang konsep geografi nih:3 semoga besok ini keluar semua yaaw, jadi yang aku tulis ga sia-sia;;)



10 Konsep Geografi

  1. Lokasi
  2. Jarak
  3. keterjangkauan
  4. Pola
  5. Morfologi
  6. Aglomerasi
  7. Nilai Kegunaan
  8. Interaksi dan Interdependensi
  9. Diferensiasi area
  10.  Keterkaitan ruangan





  • konsep lokasi
lokasi yaitu suatu letak obyek di permukaan bumi.
contohnya pantai Parangtritis yang terletak di Bantul,Yogyakarta.
lokasi dibedakan menjadi dua:
1. lokasi absolut adalah letak suatu tempat atau objek berdasarkan tata koordinat atau letak astronomi
2. lokasi relatif adalah suatu tempat atau objek dilihat dari daerah sekitarnya (tergantung pada           perubahan daerah sekitarnya)


  • konsep jarak
konsep jarak, yaitu panjang lintasan antara dua lokasi.
jarak dibagi menjadi dua:
1. jarak absolut adalah jarak antara dua tempat yang dapat diukur dengan alat ukur standar. (m, km, mil, dsb)
2. jarak relatif adalah jarak antara dua tempat yang dilihat dari beberapa faktor, seperti: waktu tempuh, biaya, ketersediaan sarana dan prasarana (jalan, alat transportasi), kondisi medan, dan kondisi cuaca atau musim.


  • konsep keterjangkauan (accesbility)
konsep keterjangkauan, yaitu mudah atau tidaknya suatu tempat dicapai.
keterjangkauan: lokasi, jarak, biaya, kondisi medan atau topografi, ketersediaan prasarana, ketersediaan transportasi, dan kondisi cuaca atau musim.


  • konsep pola
pola yaitu susunan bentuk atau struktur suatu fenomena atau kenampakan
contoh:
pola pemukiman penduduk mengikuti pola tertentu seperti:
a. pola memanjang--> sepanjang jalan, sungai, rel kereta api, pantai
b. pola menggerombol--> didaerah yang hutannya lebat
c. pola tersebar--> daerah pegunungan


  • konsep morfologi
morfologi yaitu bentuk permukaan bumi yang berupa relief daratan atau lautan sebagai akibat dari tenaga endogen atau eksogen.
contoh:
gunung, pegunungan, jurang, lembah, sungai, pantai


  • konsep aglomerasi
aglomerasi yaitu kecenderungan persebaran gejala geografi yang bersifat mengelompok berdasar keseragaman.
contoh:
pemukiman penduduk cenderung di daerah yang subur


  • konsep nilai kegunaan
suatu objek geografi akan mempunyai kegunaan yang berbeda bagi setiap orang atau kelompok penduduk tertentu.
contoh:
setiap objek memiliki kegunaan yang berbeda


  • konsep interaksi dan interdependensi
interaksi dan interdependensi adalah suatu peristiwa saling mempengaruhi antara berbagai fenomena geosfer.
contoh:
hubungan anntara desa dengan kota


  • diferensiasi area
setiap daerah memiliki perbedaan dengan daerah lainnya baik kehidupan penduduk maupun kondisi alam. perbedaan ini akan mendorong interaksi antar daerah dalam bentuk mobilitas penduduk dan pertukaran barang atau jasa.

 
  • konsep keterkaitan keruangan
menunjukan derajat keterkaitan antara satu fenomena dengan fenomena lainnya dalam satu wilayah atau daerah.
contoh:
hubungan antara kemiringan lahan dengan tebal tanah (lahan yang miring, tanahnya lebih tipis daripada lahan yang datar)



~ ~ ~


okee, sekian materi tentang 10 konsep geografi:) semoga membantu. i wish Effort can succes UTS geografi. see you:3

10 KONSEP GEOGRAFI

Posted by de azha
Wednesday, 3 September 2014
TEORI –TEORI SOSIOLOGI
A.Pengertian Teori
Teori merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih, yang telah diuji kebenarannya. Suatu variabel merupakan merupakan karakteristik dari orang –orang, benda-benda, atau keadaan yang mempunyai nilai-nilai yang berbeda.
Teori-teori sosiologi memiliki kegunaan antara lain yaitu, sebagai berikut :
a.       Suatu teori atau beberapa teori merupakan ikhtisar hal-hal yang telah diketahui serta diuji kebenarannya yang menyangkut objek yang dipelajari sosiologi.
b.      Teori memberikan petunjuk-petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada seseorang yang memperdalam pengetahuannya di bidang sosiologi.
c.       Teori berguna untuk lebih mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang dipelajari oleh sosiologi.
d.      Suatu teori akan sangat berguna dalam mengembangkan sistem klasifikasi fakta, membina struktur konsep-konsep serta memperkembangkan definisi-definisi yang penting untuk penelitian.
e.       Pengetahuan teoritis memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan proyeksi sosial, yaitu usaha untuk dapat mengetahui ke arah  mana masyarakat akan berkembang atas dasar fakta yang diketahui pada masa yang lampau dan pada dewasa ini.   
B. Sejarah Teori Sosiologi
1. Perhatian masyarakat sebelum Comte
1.                                                Plato          : Menelaah masyarakat secara sistematis dengan merumuskan teori organis tentang masyarakat yang mencakup bidang kehidupan ekonomi dan sosial
2.    Aristoteles  : Melakukan analisis terhadap lembaga-lembaga politik dalam masyarakat
3.      Ibn Khaldun : Mengemukakan beberapa prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian sosial dan peristiwa dalam sejarah
  1. Zaman Renaissance : tercatat nama-nama Thomas More dan Campanella mengenai masyarakat ideal.
N. Machiavelly : mengemukakan mengenai bagaimana cara mempertahankan kekuasaan
  1. Hobbes : menulis mengenai keadaan alamiah manusia yang didasari pada keinginan-keninginan mekanis sehingga manusia selalu saling berkelahi (kontrak sosial)
  2. John Locke dan JJ Rausseau : menulis mengenai kontrak sosial
  3. Saint Simon : menulis tentang manusia yang hendaknya dipelajari dalam kehidupan berkelompok
2. Sosiologi Auguste Comte ( 1798-1853)
Auguste Comte yang pertama –tama memakai istilah “sosiologi” adalah orang yang pertama membedakan antara ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang lingkup dan isi ilmu –ilmu pengetahuan lainnya.
Menurut Comte (The positive Philosopy:1896) ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing –masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya.
Tahap pertama dinamakan tahap teologis atau fiktif, yaitu suatu tahap di mana manusia menafsirkan gejala –gejala di sekelilingnya secara teologis, yaitu dengan kekuatan –kekuatan yang dikendalikan roh dewa –dewa atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Penyesuaian ini sangat penting bagi manusia karena manusia harus beradaptasi dengan lingkungannya.
Tahap Kedua merupakan perkembangan dari tahap pertama adalah tahap metafisik. Pada tahap ini manusia menganggap bahwa di dalam setiap gejala terdapat kekuatan –kekuatan inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Pada tahap ini manusia masih terikat oleh cita –cita tanpa verifikasi karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita –cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum –hukum alam yang seragam. Hal yang terakhir inilah yang merupakan tugas ilmu pengetahuan positif, yang merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari perkembangan manusia.
Hal yang paling menonjol dari sistematika Comte adalah penilaiannya terhadap sosiologi, yang merupakan ilmu pengetahuan paling kompleks, dan merupakan suatu ilmu pengetahuan yang akan berkembang dengan pesat sekali. Sosiologi merupakan studi positif tentang hukum-hukum dari gejala sosial. Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar dari adanya masyarakat sedangkan sosiologi dianmis merupakan teori tentang perkembangan dalam arti pembangunan.
3. Teori –teori Sosiologi Sesudah Comte
  1. Mazhab Geografi dan Lingkungan
Teori –teori yang digolongkan dalam mazhab ini adalah ajaran dari Edward Buckle dari Inggris (1821-1862) dan Le Play dari Prancis (1806-1888). Menurut Buckle, adanya pengaruh keadaan alam terhadap masyarakat. Di dalam analisisnya, dia telah menemukan beberapa keteraturan hubungan antara keadaan alam dengan tingkah laku manusia.
Le play seorang insinyur pertambangan, memulai analisis keluarga sebagai unit sosial yang fundamental dari masyarakat. Organisasi keluarga ditentukan oleh cara-cara mempertahankan kehidupannya yaitu cara mereka bermata pencaharian. Hal tersebut sangat tergantung pada lingkungan timbal – balik antara factor –faktor tempat, pekerjaan dan manusia (masyarakat). Atas dasar faktor-faktor tersebut, maka dapat ditemukan unsur-unsur yang menjadi dasar adanya kelompok-kelompok yang lebih besar, yang memerlukan analisis terhadap semua lembaga-lembaga politik dan sosial suatu masyarakat tertentu.
Pentingnya Mazhab ini adalah menghubungkan faktor keadaan alam dengan faktor-faktor struktur organisasi sosial. Teori ini mengungkapkan adanya korelasi antara tempat tinggal dengan adanya aneka ragam karekteristik kehidupan sosial suatu masyarakat.
  1. Mazhab Organis dan Evolusioner
Herbert Spencer adalah orang yang pertama-tama menulis tentang masyrakat atas dasar data empiris yang kongkret. Dalam hal ini dia telah memberikan suatu model kongkret yang secara sadar maupun tidak sadar diikuti oleh para sosiologi sesudah dia. Menurut Spencer, akan bertambah sempurna apabila bertambak kompleks dan dengan adanya referensiasi antara bagian-bagiannya.  Secara evolusioner, tahap organisme tersebut akan semakin sempurna sifatnya.
Spencer sebetulnya bermaksud untuk membuktikan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern tidak stabil karena terlibat dalam pertentangan-pertentangan diantara mereka sendiri. Selanjutnya dia berpendapat (dalam bukunya yang berjudul Principles of Sociology ; 3 jilid) bahwa pada masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap, akan ada suatu stabilitas yang menuju pada keadaan hidup yang damai.
Seorang sosiologi Amerika yang sangat terpengaruh oleh metode analisis Spancer adalah W.G. Summer (1840-1910). Salah satu hasil karyanya adalah Folkways yang merupakan karya klasik dalam keputusan sosiologi. Folkways dimaksud dengan kebiasaan-kebiasaan sosial yang timbul secara tidak sadar dalam masyarakat, yang menjadi bagaian dari tradisi.
  1. Mazhab Formal
Menurut Simmel elemen-elemen masyarakat mencapai kesatuan melalui bentuk-bentuk yang mengatur hubungan antara elemen-elemen tersebut. selanjutnya Simmel berpendapat, sesorang menjadi warga masyarakat untuk mengalami proses individualisasi dan sosialisasi. Tanpa menjadi warga masyarakat tak akan mungkin seseorang mengalami proses interaksi antara individu dengan kelompok.
Leopold Von Wiese (1876-1961) berpendapat bahwa sosiologi harus memusatkan perhatian pada hubungan-hubungan antara manusia tanpa mengaitkannya dengan tujuan-tujuan maupun kaidah-kaidah. Sosiologi harus mulai dengan pengamatan terhadap perilaku kongkret tertentu. Ajarannya bersifat empiris dan berusaha untuk mengadakan  kuantifikasi terhadap proses-proses sosial yang terjadi.  Proses sosial merupakan hasil perkalian dari sikap dan keadaan, yang masing-masing dapat diuraikan ke dalam unsur-unsurnya secara sistematis.
Alfred Vierkandt (1867-1953) menyatakan bahwa sosiologi menyoroti situasi-situasi mental. Situasi tersebut tak dapat dianalisis secara tersendiri, tetapi merupakan hasil perilaku yang timbul sebagai akibat interaksi antar individu dan kelompok dalam masyarakat.
  1. Mazhab Psikologi
Gabriel Tarde (1843-1904) dari Prancis, dia mulai dengan suatu dugaan atau pandangan awal bahwa gejala sosial mempunyai sifat psikologis yang terdiri dari interaksi antara jiwa-jiwa individu, dimana jiwa tersebut terdiri dari kepercayaan-kepercayaan dan keinginan-keinginan. Dengan demikian keinginan utama Tarde adalah berusaha untuk menjelaskan gejala-gejala sosial didalam kerangka reaksi-reaksi psikis seseorang.
  1. Mazhab Ekonomi
Ajaran ini dikemukakan oleh  Karl Marx (1818-1883) dan Max Weber (1864-1920).  Marx berpendapat telah mempergunakan metode-metode sejarah dan filsafat untuk membangun suatu teori tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masyarakat menuju suatu keadaan di mana ada keadilan sosial. Menurut Marx, selama masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas, maka pada kelas yang berkuasalah akan terhimpun segala kekuatan dan kekayaan.
Tingkah laku individu-individu dalam masyarakat dapat diklasifikasikan empat tipe ideal aksi sosial, yakni :
1.      Aksi yang bertujuan, yakni tingkah laku yang ditunjukan untuk mendapatkan hasil-hasil yang efisien.
2.      Aksi yang berisikan nilai yang telah ditentukan, yang diartikan sebagai perbuatan untuk merealisasikan dan mencapai tujuan.
3.      Aksi tradisional yang menyangkut tingkah laku yang melaksanakan suat aturan yang bersanksi.
4.      Aksi yang emosional, yaitu yang menyangkut perasaan seseorang.
  1. Mazhab Hukum
-          Hukum menurut Durkheim adalah kaidah-kaidah yang bersanksi yang berat ringannya tergantung pada sifat pelanggaran, anggapan-anggapan, serta keyakinan masyarakat tentang baik buruknya suautu tindakan. Di dalam masyarakat dapat ditemukan dua macam sanksi kaidah-kaidah hukum, yaitu sanksi yang represif dan sanksi yang restitutif.
-          Menurut Weber, ada empat tipe ideal hukum, yaitu :
1.      Hukum Irasional dan materiil, yaitu dimana pembentuk undang-undang dan hakim mendasarkan keputusan-keputusannya semata-mata pada nilai-nilai emosional tanpa menunjuk pada suatu kaidahpun.
2.      Hukum irasional dan formal, yaitu dimana pembentuk undang-undang dan hakim berpedoman pada kaidah-kaidah di luar akal karena didasarkan pada wahyu atau ramalan.
3.      Hukum rasional dan materiil, di mana keputusan-keputusan para pembentuk undang-undang dan hakim menunjuk pada suatu kitab suci, kebijaksanaan-kebijaksanaan penguasa, atau ideologi.
4.      Hukum rasional dan formal, yaitu dimana hukum dibentuk semata-mata atas dasar konsep-konsep abstrak dari ilmu hukum.
4. Metode-Metode Dalam Sosiologi
            Pada dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode yaitu :
  1. Metode Kualitatif, mengutamakan bahan yang sukar dapat diukur  dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan-bahan tersebut terdapat dengan nyata di dalam masyarakat. Di dalam metode kualitatif termasuk metode historis dan metode komparatif.
  2. Metode Kuantitatif, mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang teliti dapat diukur dengan mempergunakan skala-skala, indeks, tabel, dan formula-formula yang semuanya  mempergunakan ilmu pasti atau matematika.

TEORI SOSIOLOGI

Posted by de azha
Sunday, 31 August 2014

FB LIKE

iklan

pengunjung 2

Powered by Blogger.

- Copyright © 2013 DE AZHA BLOGS -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -